Kalau kita berkunjung ke kebun binatang kita melihat orang-orang mengantri untuk menunggangi gajah, bahkan kita sendiri ingin atau pernah menunggangi gajah, kita memandang itu biasa-biasa saja akan tetapi hal tersebut merupakan tindakan yang sangat kejam dan menyiksa.

Ada beberapa alasan mengapa menunggangi gajah itu merupakan penyiksaan :

1. Struktur kerangka gajah


Coba perhatikan kerangka bagian punggung tubuh gajah di atas, benar!, Menonjol keatas, karena kerangka gajah tidak didesain untuk ditunggangi,
Bandingkan dengan kerangka kuda dibawah ini


Kerangka kuda mendukung untuk ditunggangi karena struktur tulang punggungnya meskipun diberi beban tunggangan akan dapat ditopang kuda dengan efisien, jadi bisa dibayangkan betapa menderitanya sang gajah dengan tulang menonjol ke atas di beri beban, sungguh menyiksa.

2. Metode menjinakkan
Di Thailand ada sebuah metode pelatihan ekstrim bagi gajah, phajaan dalam bahasa Thailand yaitu "menghancurkan" merupakan sebuah metode pelatihan gajah dengan cara menghancurkan semangat gajah agar tunduk pada pawangnya.

Pertama, bayi gajah diambil paksa dari induknya lalu dibawa ke sebuah kamp pelatihan, tidak jarang induk gajah dibantai setelah bayi gajah diambil, bayi gajah dikurung dalam kandang kecil lalu ke empat kaki gajah di ikat tali sedangkan kepala gajah di pasung agar tidak berontak, lalu sang gajah di biarkan kelaparan dan pelatih terus memukuli gajah dengan sebuah tongkat atau sebuah palu berpaku sampai semangat gajah hancur dan patuh pada setiap perintah pelatih, 


gajah tersebut lalu dilatih untuk melakukan atraksi-atraksi seperti melukis dan lainnya, sesudah gajah cukup besar dan dewasa gajah akan dijadikan tunggangan bagi turis-turis, 


pawang gajah akan selalu membawa pengait yang disembunyikan dikantung tas pawang untuk memberi instruksi kepada gajah.


Yang menjadikan itu sangat kejam adalah ketika gajah yang berusia 6 bulan lalu di siksa dan dilatih, gajah tidak merasakan bagaimana hidup sebagai gajah disaat harus mempelajari lingkungan habitatnya diusia tersebut. 

Manusia tidak hanya kejam namun rakus, segala bentuk kehidupan dipaksa tunduk demi memuaskan hasrat kesenangan dan demi pundi-pundi uang dari menyiksa hewan, dan akan tetap seperti itu.