Saat ini manusia dibayang bayang oleh bencana masa depan yang diprediksi ilmuan dan para ahli di seluruh dunia, mulai dari bencana perubahan iklim hingga isu bencana yang ditimbulkan manusia akibat jika perang nuklir terjadi.
mungkin kebanyakan dari kita hanya mengenal bencana-bencana alam dan perang yang dapat menimbulkan kepunahan manusia, namun apa kalian tau kiamat yang sesungguhnya sedang dalam proses mulai saat ini, kiamat ini akan bergerak secara senyap hingga pada akhirnya terdeteksi ketika sudah jatuh korban, kiamat ini disebut kiamat akibat konsumsi antibiotik. 


Di masa depan dimana kiamat ini sudah menunjukan eksistensinya, orang yang hanya sekedar terkena flu dan demam akan mati akibat tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya.

Penularannya akan sangat cepat, masif dan tidak dapat dibendung, ilmuan dan para ahli akan kesulitan menemukan antibiotik untuk melawan virus-virus sederhana yang dulu sangat mudah untuk disembuhkan, akan tetapi di zaman ini virus dan bakteri penyebab penyakit terus bermutasi sehingga kebal yang diakibatkan konsumsi antibiotik yang asal-asalan, dulu orang jika sakit akan meminum obat, dokter akan menyarankan resep yang tepat berapa kali obat harus dimakan untuk satu hari dan semua obat harus dihabiskan bahkan ketika badan sudah terasa sembuh, tetapi banyak orang yang tidak menuruti resep dokter ini sehingga ketika mereka merasa sembuh dengan hanya meminum 1-2 obat selama satu hari sedangkan obat yang diresepkan dokter untuk dihabiskan masih tersisa akibatnya virus dan bakteri penyebab penyakit tidak terbunuh sepenuhnya dan menyisakan beberapa yang masih hidup sehingga virus dan bakteri yang masih hidup pun bermutasi sedikit demi sedikit hingga akhirnya tubuh sang virus kebal terhadap obat antibiotik yang dulu bisa mematikannya.


Manusia pun sebenarnya terus berusaha membuat obat antibiotik baru untuk mengatasi hal tersebut namun laju mutasi virus dan bakteri sangat cepat dibanding pencarian antibiotik baru, sehingga manusia akan selalu tertinggal hingga akhirnya tidak dapat mengatasinya.

Sehingga wabah yang sesungguhnya akan tercipta oleh virus-virus sederhana.
Pandemik flu tahun 1918 membunuh 25 juta orang dalam kurun waktu 6 bulan, mungkin sekali kejadian tahun 1918 akan terulang kembali pada masa depan dengan flu yang beratus kali lipat lebih kuat daripada sebelumnya.

Kita berharap saja manusia dimasa depan dapat membuat sebuah teknologi yang dapat membunuh virus dan bakteri apapun, memanfaatkan sinar gelombang yang di scann kan kepada tubuh ala film-film.

Kalau kalian menyukai konten ini share dan tinggalkan komentar dibawah
Terimakasih